Selain itu, Jemy Najoan mengungkapkan kendala saat ini yang dihadapi pihaknya dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan terutama terkait dengan stok bahan bakar minyak (BBM). Pengangkutan material dari Quarry ke lokasi trase jalan terkendala oleh akses jalan yang melintasi dalam kota. Terlebih lagi kondisi cuaca hujan mengakibatkan akses jalan rusak/tergenang sehingga pengiriman material terlambat.
“Kami selalu berusaha untuk meminimalkan gangguan dan ketidaknyamanan selama pembangunan dan berkomitmen untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan selama proses pembangunan jalan utama kawasan Huntap I yang bertujuan untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi bagi para penyintas bencana,” paparnya.
Namun Jemy Najoan sangat mengharapkan dengan proyek strategis ini, akses bagi para penyintas yang bermukim di kelurahan Tondo, akan terhubung dengan akses jalan menuju bukit gong perdamaian yang berada di puncak bagian timur kota Palu. Jalur utama kawasan Huntap I ini nantinya juga terhubung ke jalan Soekarno Hatta yang ditempuh dengan jarak 2 Kilometer dengan membutuhkan waktu hanya 10 menit.
“Disamping mengurangi waktu tempuh terhadap jarak yang ada, pembangunan jalan utama kawasan Huntap I ini juga diharapkan dapat mengurangi biaya operasional bagi penyintas yang akan direlokasi dikawasan Huntap dikelurahan Tondo. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian disekitar lokasi yang dilalui, dan diharapkan dapat mempercepat proses perkembangan dan pertumbuhan ekonomi mereka,” harapannya.
Perlu diketahui Proyek Pembangunan jalan utama kawasan Huntap I di kelurahan Tondo, kota Palu, memiliki tiga seksi. Diantaranya seksi pertama 1 dari kawasan Huntap menuju kampus Universitas Tadulako (Untad) hanya berjarak 500 meter, seksi kedua dari pusat wisata alam puncak gong perdamaian hanya berjarak 4 kilometer dengan jarak tempuh hanya 10 menit, dan seksi tiga dari pusat pemerintahan kota Palu berjarak 7 Kilometer dengan jarak tempuh mencapai 20 menit dari lokasi kawasan Huntap I.
