Obrolan soal duit semir untuk proyek Peningkatan Struktur Jalan Mensung – Tinombala (DAK Regular) sepanjang 4.20 kilometer itu, berlangsung terang – benderang. Tanpa disamarkan kode-kode, pemilik perusahaan Satria Group menyetorkan jatah 15 persen dari nilai pagu proyek secara vulgar diduga kuat untuk pelicin proyek yang ditanganinya kepada Thomas.
“Saya ini kan ibaratnya pendatang baru dalam hal mengerjakan proyek-proyek seperti ini. Istilahnya masih bau kencur dalam urusan main proyek. Waktu itu ada arahan dari kosong satu (Bupati-red). Terus terang, kita ada kasih kesana sebesar lima belas persen. Lima belas persen itu bukan langsung ke bupati, agar jangan ada salah paham. Uang itu kita berikan melalui orang berasal dari Jakarta. Entah dimana batang hidung orang bernama Thomas tersebut”
Video obrolan berdurasi 2,35 detik itu diduga kuat hasil percakapan Dewa Satria pemilik perusahaan Satria Group yang menggarap proyek senilai Rp3,9 miliar saat dikonfirmasi salah seorang jurnalis local di Parigi.
Dalam percakapan itu, Dewa Satria mengaku sebagai pendatang baru dalam dunia kontraktor untuk menggarap proyek-proyek pemerintah. Dirinya mengakui telah memberikan setoran sebesar 15 persen dari nilai pagu anggaran sebagai fee proyek kepada Thomas atas arahan dari Bupati atas proyek yang dimenangkanya.
Pengusaha lokal yang bergerak dibidang jasa rental alat berat itu, justru mengaku belum mengenal bahkan tidak mengetahui keberadaan dengan oknum bernama Thomas yang mengaku orang dekat Bupati Parimout itu.
