TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Diskriminasi Pasien di RS Kolonodale | Ambulance Besar Ditahan, Pasien Rujukan Terancam !

Abdul Rifai, keponakan pasien yang turut mendampingi, menyampaikan kekecewaannya.

“Seharusnya semua alat medis yang dipasang pada tubuh pasien ikut dibawa dalam mobil ambulance yang sesuai kapasitasnya, termasuk monitor vital dan tabung oksigen,” kata Abdul.

Baca Juga : Anwar Hafid Fokus Perlindungan Hak Masyarakat | Janji BERANI Selesaikan Sengketa Lahan di Morowali Utara

Ia menjelaskan bahwa pasien memerlukan monitor untuk memantau kondisi kesehatan, mengingat pasien memiliki kadar GCL yang rendah, yakni 13.

Diskriminasi terhadap pasien rujukan ini semakin terasa karena pihak KTU RS Kolonodale, Yusdah Ramaino, tidak memberikan penjelasan atau alasan yang jelas mengenai pelarangan penggunaan ambulance berkapasitas besar.

Perawat yang turut terlibat dalam perawatan pasien juga merasa kecewa dengan keputusan yang diambil oleh pihak rumah sakit.

Mereka menganggap bahwa tindakan ini sangat merugikan pasien yang membutuhkan perawatan intensif selama perjalanan.

Halaman Selanjutnya :Baca Juga : PT Rimbunan Alam Sentosa Terseret Dugaan Korupsi di Morowali Utara, Tim Kejati...