Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

China Betul-betul Dibikin ‘Mabuk’ Durian Sulteng, Cuan Rp871 Miliar Sudah Mengalir !

Hal tersebut mencakup penyelarasan persyaratan sanitari dan fitosanitari, sertifikasi, ketertelusuran serta protokol ekspor.

Sulawesi Tengah memiliki basis ekonomi yang cukup kuat pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan.

Berdasarkan data BPS Sulawesi Tengah yang dicantumkan dalam data Barantin, sektor tersebut memberikan kontribusi 16,36% terhadap PDRB Sulawesi Tengah pada 2025.

Potensi ini menjadi modal penting untuk memperbesar ekspor komoditas daerah.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan pemerintah daerah akan mendorong komoditas unggulan agar tidak berhenti sebagai bahan mentah.

BACA JUGA : KEK Palu Ketiban Durian Runtuh, Investasi Rp30 T Bangun Pabrik Baterai

Produk lokal diharapkan dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing di pasar internasional.

“Penguatan kemudahan investasi dan pembangunan infrastruktur pendukung menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekspor daerah,” ujar Anwar.

Menurut Anwar, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha dapat menjadi jembatan antara potensi komoditas yang ada di tingkat desa dengan kebutuhan pasar internasional.

Produk pertanian, perkebunan, perikanan, pangan hingga produk olahan UMKM perlu diperkuat mulai dari standar produksi, sertifikasi, kemasan, ketertelusuran hingga kontinuitas pasokan.

Keberhasilan ekspor durian Sulteng ke China senilai Rp871 miliar kini menjadi contoh bahwa komoditas lokal memiliki peluang besar di pasar dunia.

Tantangan berikutnya adalah membawa lebih banyak pelaku usaha mengikuti jalur yang sama.

Target 1.000 pelaku usaha dan UMKM Sulteng menjadi bagian dari upaya membangun basis eksportir yang lebih luas.

Jika produk lokal mampu memenuhi standar negara tujuan, memiliki sertifikasi, kemasan yang sesuai, ketertelusuran dan pasokan yang konsisten, maka peluang memasuki pasar global semakin terbuka.

Durian menjadi salah satu contoh paling mencolok. Sebanyak 8.377 ton durian Sulteng telah dikirim ke China dengan nilai Rp871 miliar hingga Agustus 2026.

Kini, pemerintah ingin cerita tersebut tidak berhenti pada durian.

Dari durian Sulteng ke China, target berikutnya adalah membawa lebih banyak produk Sulawesi Tengah dari pasar lokal menuju pasar global.