Yudha juga menyebutkan bahwa setiap posko memiliki alat berat dan material untuk penanganan darurat jika terjadi kerusakan jalan atau longsoran selama periode tersebut.
“Kami berupaya memastikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, baik dari segi infrastruktur maupun fasilitas pendukung di lapangan,” tambah Yudha.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung kemantapan jalan nasional Sulawesi Tengah, yang memiliki peran vital dalam menghubungkan berbagai daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
Dengan progres Capaian Jalan Mantap signifikan, pemerintah optimis bahwa target kemantapan 97,40 persen jalan nasional di Sulawesi Tengah telah terwujud sepenuhnya pada akhir 2024.
Proyek infrastruktur jalan nasional yang terus digarap ini tidak hanya bertujuan memperbaiki aksesibilitas, tetapi juga meningkatkan daya saing wilayah dalam sektor transportasi.
Ruas jalan yang mantap diharapkan mampu menjawab tantangan konektivitas di wilayah strategis Sulawesi Tengah.
