“Terlalu ambil ke kanan sopirnya arah dari tompira mau ke Bahodopi posisi ban terlalu pinggir kanan. Posisi plat yang pelebaran belum ambruk pada saat mobil tsb. Lewat plat pelebaran dikanan ambruk pak” Jelasnya.
Hasil pantauan Trilogi tanggal 23 dan 25 Desember lalu, tercatat sudah dua kali mobil bertonase besar terbalik setelah melintas diatas jembatan darurat Raha-raha, yang berlokasi di Desa Larobenu, Kecamatan Bungku Barat.
Dalam peristiwa laka tunggal beruntun itu, dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, dua armada tronton dan satu unit alat berat jenis Exavator mengalami ringsek, setelah terbalik dilokasi kejadian.
Wakil Bupati Morowali, Najemudin, yang dihubungi terpisah mengatakan akan melakukan koordinasi kepada instansi terkait untuk melakukan penanganan secepatnya diruas tab, sehingga tidak menimbulkan terjadinya kecelakaan kembali.
“Kami akan koordinasi agar secepatnya ditangani, sehingga arus lalu lintas kembali lancar “ singkatnya.
