Alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk membuka jalur transportasi dan menangani longsor yang menutup badan jalan.
“Kami fokus membuka akses jalan agar mobilitas warga kembali berjalan. Alat berat sudah ditempatkan di titik-titik longsor, terutama menuju Dusun Sisere yang sebelumnya sempat terisolasi,” ujar Asbudianto.
Ia menjelaskan, Dusun Sisere menjadi salah satu wilayah terdampak. Selain longsor di banyak titik, banjir juga merendam permukiman warga dan menyebabkan kerusakan infrastruktur dasar.
Berdasarkan laporan sementara, jumlah warga di Dusun Sisere sekitar 100 jiwa, dengan sebagian wilayah sempat terisolasi akibat akses jalan terputus.
Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Namun, dampak material tetap terjadi, dengan satu rumah tertimbun longsor serta belasan sepeda motor terdampak.
