Toni menjelaskan bahwa pelatihan ini memberikan pengetahuan teknis mengenai manajemen dan pemeliharaan sistem penyediaan air minum.
“Kami berharap peserta mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pelayanan air minum di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Antusiasme peserta mencerminkan kesadaran yang semakin meningkat akan pentingnya pengelolaan KP SPAM yang efektif.
Para peserta mengapresiasi materi pelatihan yang mencakup metode teknis modern serta pendekatan manajerial yang aplikatif.
Salah satu peserta dari Kecamatan Ogodeide, Misran, menyatakan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru mengenai pengelolaan air minum.
“Kami kini lebih memahami cara mengatasi kendala teknis yang sering kami hadapi di lapangan,” katanya.
