Dana ini digunakan untuk pembangunan Bendungan Jenelata, rehabilitasi jaringan irigasi seluas 16.000 hektare, serta pengendalian banjir sepanjang 11 kilometer.
Sementara itu, sektor jalan dan jembatan mendapat alokasi Rp 12,48 triliun.
Dana ini diperuntukkan bagi pembangunan jalan baru sepanjang 63 kilometer, peningkatan kapasitas dan pemeliharaan jalan sepanjang 342 kilometer, serta pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 1.096 meter.
Selain itu, proyek pembangunan flyover dan underpass sepanjang 242 meter serta jalan tol sepanjang 13 kilometer juga menjadi bagian dari skema prioritas.
Di sektor cipta karya, alokasi anggaran sebesar Rp 3,78 triliun akan digunakan untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan kapasitas 750 liter per detik, perluasan SPAM sebanyak 1.702 sambungan rumah, serta peningkatan layanan pengelolaan air limbah bagi 2.000 kepala keluarga dan pengelolaan persampahan bagi 700 kepala keluarga.
Baca Juga : Proyek PT Bina Kaili Dorong Transformasi Infrastruktur Jalan Nasional Toboli-Parigi
Bidang prasarana strategis mendapat anggaran Rp 1,16 triliun yang dialokasikan untuk pembangunan 86 unit madrasah, rehabilitasi 11 perguruan tinggi dan institusi keagamaan, serta renovasi empat pasar.
Selain itu, dua unit prasarana olahraga serta pembangunan infrastruktur seperti sekolah, pasar, dan puskesmas di Ibu Kota Nusantara (IKN) juga akan mendapatkan perhatian khusus.
