TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Petani Morowali Utara Tuntut Ksg Kembalikan Lahan

Palu – Para petani di Kabupaten Morowali Utara dalam aksi demo di gedung DPRD dan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu, menuntut PT Kirana Sinar Gemilang (KSG) segera mengembalikan lahan mereka yang kini telah ditanami kelapa sawit oleh anak perusahaan PT Sinar Masa itu.

“Kami minta pemerintah dan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengambil tindakan serius dan mereview kembali izin PT KSG yang beroperasi di wilayah Kabupaten Morowali Utara karena merugikan petani,” kata jurubicara petani Niko Lamuanta saat melakukan aksi damai di DPRD maupun Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Rabu.

Ia mengatakan tanah milik masyarakat di dua desa yaitu Desa Po`ona dan Desa Mandula, Kecamatan Lemboraya di Kabupaten Morowali Utara sekitar 300 hektare kini telah dikuasai oleh PT KSG, padahal petani merasa belum pernah menyerahkan lahan tersebut kepada pihak perusahaan sawit.

Hingga saaat ini, kata dia, belum pernah ada kesepakatan antara petani pemilik lahan dengan perusahaan sawit. “Apalagi soal bagi hasil belum pernah disepakati,” kata dia.

Memang sosialisasai dari pihak perusahaan sudah beberapa kali dilakukan dengan petani pemilik lahan yang ada di wilayah Desa Po`ona dan Desa Mandula.

Namun hanya sebatas sosialisasi saja dan belum pernah ada kesepakatan baik soal lahan petani yang akan digunakan untuk perkebunan sawit maupun menyangkut hak-hak petani pemilik lahan seperti pembagian hasil.

Tiba-tiba saja daftar calon petani plasma sudah keluar melalui surat keputusan (SK) Bupati Morowali Utara Nomor 188.45/KEP-B-MU/0082/V/2016.

Nama-nama yang terdaftar dalam calon petani plasma (CPP) tanpa melalui tahap-tahap yang seharusnya dan sama sekali tidak membua ruang partisipasi masyarakat secara terbuka dan luas, apalagi melibatkan tokoh masyarakat.

Halaman Selanjutnya :"Pokoknya tiba-tiba daftar CPP sudah terbit melalui SK Bupati Morowali Utara, sehingga...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.