Sejak Selasa 6 Oktober 2020 beredar viral video korban pembacokan yang diklaim warganet sebagai korban konflik Desa Pesaku dan Rarampadende Kecamatan Dolo Barat. Meski demikian, pihak Polres Sigi menegaskan keterkaitan video itu dengan konflik ini adalah hoax.
Hal itu dinyatakan Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama SH SIK MH melalui Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Iptu Ferry Triyanto, tadi malam. “Video itu hoax jika dikaitkan dengan konflik kedua desa ini,” ujar Iptu Ferry.
Ia menjelaskan bahwa video tersebut diposting oleh sebuah akun di youtube tertanggal 17 Mei 2019 dengan judul ‘Korban Pembacoka Terkena Bacokan | Gengster | Ngeri Ngeliat Nyaa’.
