Menurut Ibrahim Tjane, pekerjaan masih berjalan sesuai jadwal kontrak. Namun, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Paket dengan nilai Rp9.278.210.000 tersebut masih menyisakan sejumlah pekerjaan yang harus dituntaskan hingga target akhir kontrak pada Desember 2026.
Dalam pekerjaan preservasi Jalan Nasional Pagimana-Batui, sejumlah item pekerjaan masih dikerjakan di lapangan.
Pekerjaan tersebut mencakup gorong-gorong kotak, rabat bahu jalan, patching, dan cutter aspal untuk lubang baru.
Patching menjadi salah satu pekerjaan dalam penanganan permukaan jalan. Sementara cutter aspal dilakukan untuk menangani titik lubang baru yang ditemukan pada ruas jalan tersebut.
Pekerjaan rabat bahu jalan dan gorong-gorong kotak juga menjadi bagian dari paket pekerjaan yang saat ini masih berjalan.
Pelaksanaan proyek Jalan Nasional Pagimana-Batui tidak sepenuhnya tanpa hambatan. Faktor cuaca menjadi kendala yang dihadapi selama pekerjaan berlangsung.
