BANGGAI KEPULAUAN – Kekayaan sumber daya alam (SDA) di kawasan kepulauan menyimpan peluang ekonomi besar.
Namun, potensi tersebut juga membawa tantangan, bagaimana investasi dan aktivitas bisnis tetap menghasilkan keuntungan tanpa mengorbankan lingkungan dan budaya lokal.
BACA JUGA : Dari Rival Jadi Satu Meja | Ahmad Ali dan Anwar Hafid Mulai Baca Peta Politik Sulteng 2029
Pesan itu disampaikan Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulawesi Tengah, Ambo Dalle, saat melantik dan mengukuhkan Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPKA Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) periode 2026-2031.
Ambo yang juga Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) itu mengingatkan pelaku usaha agar tidak menjadikan keuntungan sebagai satu-satunya ukuran dalam mengelola potensi SDA.

Menurutnya, pengusaha daerah perlu mulai menempatkan keberlanjutan lingkungan dan keberadaan budaya masyarakat sebagai bagian dari aktivitas bisnis.
“Pengusaha dalam mengelola SDA tidak hanya mengejar untung semata. Lingkungan dan budaya setempat juga harus dijaga,” tegas Ambo Dalle, Jumat malam (18/9/2026).
BACA JUGA : Ogah Rugi di Mulut Tambang, Wagub Reny Blak-blakan Sulteng Stop Ekspor Nikel Setengah Jadi
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah dorongan terhadap model pembangunan yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.
Bagi daerah kepulauan seperti Bangkep, menjaga ekosistem menjadi penting karena kekayaan alamnya tidak hanya berada di daratan, tetapi juga kawasan pesisir dan laut.
Ambo menilai pengelolaan potensi daerah perlu diarahkan agar memberikan nilai ekonomi sekaligus menjaga aset alam untuk jangka panjang.


