Terlebih, Bangkep memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan melalui sektor usaha produktif, termasuk pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, jasa hingga produk lokal.
Selain berbicara mengenai pengelolaan SDA, Ambo melihat sektor pariwisata sebagai salah satu peluang ekonomi yang dapat dikembangkan lebih luas di Banggai Kepulauan.
Menurutnya, daerah tersebut memiliki keindahan alam yang berpotensi menjadi magnet wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.
BACA JUGA : Tekan Laju Inflasi Pangan, Pemprov Sulteng & BI Genjot Budidaya Nila Bioflok
“Potensi wisata di Bangkep sangat luar biasa. Buktinya, banyak turis asing yang berwisata ke Bangkep,” ujarnya.
Potensi tersebut, kata dia, seharusnya dapat diterjemahkan menjadi rantai ekonomi yang lebih panjang bagi masyarakat.
Artinya, geliat pariwisata tidak berhenti pada kunjungan wisatawan. Kehadiran wisatawan juga dapat menciptakan permintaan terhadap produk UMKM, kuliner lokal, jasa transportasi, kerajinan, ekonomi kreatif hingga berbagai usaha masyarakat.
Konsep tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan pariwisata berbasis keberlanjutan.
Dengan pendekatan itu, alam tidak hanya dipandang sebagai objek eksploitasi ekonomi, tetapi sebagai aset yang harus dipelihara agar terus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, menyambut baik kehadiran HIPKA di daerahnya.
Rusli berharap organisasi tersebut dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi ekonomi Bangkep sekaligus menjadi mitra pemerintah daerah.
BACA JUGA : Ahmad Ali ‘Buka Kartu’ PSI di 2029 | Threshold Pemilu 7%? 9%? PSI Bilang Siap !


