Hal inilah yang menimbulkan kemarahan oleh Kemedagri, Tito Karnavian, dengan menegur keras para kepala daerah secara tertulis belum lama ini.
Berikut ini daftar daerah penerima alokasi anggaran penanggulangan dampak Covid -19 melalui Kemendagri dengan serapan terendah untuk 10 terbawah, diantaranya
- Sulawesi Tengah, Rp153,25 miliar, persentase realisasi anggaran dengan capaian 0,07%
- Jawa Tengah, Rp164,62 miliar, persentase realisasi anggaran dengan capaian 0,15%
- Banten, Rp88,00 miliar, persentase realisasi anggaran dengan capaian 2,54%
- Sulawesi Tenggara, Rp50,70 miliar, persentase realisasi anggaran dengan capaian 3,69%
- Aceh, Rp18,88 miliar, persentase realisasi anggaran dengan capaian 4,61%
- Riau, Rp1,219 triliun, persentase realisasi anggaran dengan capaian 5,08%
- Sulawesi Barat, Rp102,11 miliar, persentase realisasi anggaran dengan capaian 5,89%
- Kalimantan Barat, Rp209,44 miliar, persentase realisasi anggaran dengan capaian 6,89%
- Jawa Barat, Rp914,4 miliar, persentase realisasi anggaran dengan capaian 6,97%
- Sumatera Selatan, Rp325,4 miliar, persentase realisasi anggaran dengan capaian 7,73%
Sementara itu Kabag Humas Pemprov Sulawesi Tengah, Adiman yang dikonfirrmasi Jumat 23 Juli 2021 melalui pesan whatsap, sampai berita ini dirilis, belum memberikan tanggapan terkait dengan hasil laporan Kemendagri mengenai 10 daerah dengan serapan terendah terkait penanangulangan dampak covid -19.
Sebelumnya kami beritakan Mendagri marah sampai tegur Gubernur Sulteng dan 18 Kepala Daerah lainya melalui surat terkait dengan penyerapan anggaranya dinilai buruk dalam penanganan Covid -19 dan insentif tenaga kesehatan,
Hal itu disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat secara daring, yang digelar pada Sabtu 17 Juli 2021 yang di ikuti sejumlah kepala daerah.
