BACA JUGA : Ekspor Durian Sulteng Jadi Senjata Baru Anwar Hafid | China Siap-Siap “Mabuk Durian”
Bersamaan dengan itu, pengembangan singkong diarahkan agar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan bahan baku bioetanol.
Langkah tersebut memperlihatkan upaya pemerintah daerah memperluas pilihan komoditas pertanian sekaligus mencari sumber nilai tambah baru bagi petani.
Dalam konteks hilirisasi pertanian Sigi, hasil panen tidak hanya diharapkan keluar dari lahan dalam bentuk bahan mentah.
Pemerintah ingin komoditas tersebut memiliki jalur pengolahan yang dapat meningkatkan nilai ekonominya.
“Jangan menganggap kalau padi itu rugi. Kita harus mengubah mindset. Petani juga bisa sejahtera,” ujar Rizal.
Selain mengembangkan komoditas alternatif, Pemkab Sigi juga tengah memperkuat infrastruktur pertanian.
Rizal mengatakan hasil komunikasinya dengan Menteri Pertanian menghasilkan dukungan berupa sejumlah alat dan mesin pertanian.
Pemerintah juga merencanakan pembangunan mesin penggilingan padi untuk menghasilkan beras premium.
BACA JUGA : Gandeng Eks Bos TaniHub, KADIN Sulteng Cari Cara Bikin Durian dan Kopi Gak Cuma “Gitu-Gitu Aja”


