Jelajah politiknya bermula dari anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, lalu menjadi ketua DPRD Kota Palu, Terpilih menjadi Wali Kota Palu dua periode, dan puncaknya sebagai politisi lokal adalah terpilih menjadi Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah periode 2020 – 2024. Ada yang menarik dari jejaknya sebagai politisi, Ia bukan pemilik modal besar dan juga tidak berkecenderungan memperkaya diri sendiri, lalu dibagi – bagi kesemua pihak untuk kepentingan jaringan politiknya. Ia hanya kerap membantu seadanya dan sesuai keperluan. Ia membantu tanpa menyeleksi harus dari pihak tertentu, Ia membantu semua pihak berdasarkan keperluan dan kepentingannya membangun Sulawesi Tengah.
Diusianya yang tidak mudah lagi, banyak pihak beranggapan bahwa Ia tidak produktif lagi untuk jabatan politik sekelas gubernur pada periode selanjutnya. Bahkan, ada pihak tertentu dengan dasar kecintaannya kepada Rusdy Mastura (K’CUDY) menghimbauh melalui tulisan opininya agar tidak mencalonkan lagi mengingat kondisi fisiknya yang kurang sehat. Cudy yang selalu semangat menyampaikan upaya besarnya mengkapitalisasi seluruh potensi ekonomi Sulawesi Tengah untuk kebangkitan, kemajuan daerah dan kesejahteraan Rakyat Sulawesi Tengah menjadi inspirasi Rakyat Sulawesi Tengah.
Emosi – emosi inspirasi itulah yang menjadi modal politik CUDY di usia senjahnya. Maka, tidak heran jika berkunjung ke suatu komunitas atau tempat – tempat tertentu, Ia dusambut antusias, bahkan pada beberapa kesempatan rakyat tumpah ruah menyambutnya. Pidato – pidato inspirasi memang tidak bisa dianggap enteng. Menginspirasi tidak mesti retorik, tetapi nampak kesungguhan dan ketulusan menyampaikannya dan harapan yang dijanjikannya tidak jauh dari pergulatan yang mendengarkannya. Itulah surplus politik CUDY hari ini, yang bakal menerobos penantangnya yang mengunggulkan jaringan kapital dan partai politik.
Di kalangan tertentu, ada pula yang menilai bahwa CUDY selain berhasil membawa Sulawesi Tengah bergerak maju dengan variabel peningkatan PAD dan PDRB yang berlipat selama tiga tahun. Ia juga sosok yang dapat mengcounter cara – cara lihai para gerombolan politik (pengutamaan uang dalam SINDIKAT POLITIK) yang lagi marak dan sebentar lagi menjadi role model bagi generas pendatang jika Ia tak diblokade dari sekarang. Beberapa pandangan ini menjadi pendorong agar cudy tidak berhenti berinisiatif dan berikhtiar politik untuk kesejahteraan dan keselamatan generasi.
Baca Juga : Ahmad Ali Bongkar Krisis Jalan Rusak di Sulteng | Ancaman Kegagalan Ekonomi Masa Depan Daerah!
Di tengah inisiasi politik itu, agar cudy dapat meraup suara pemilih yang besar. Orang – orang terdekatnya, selain mengkapitalisasi kualitas politik individualnya, berusaha dikomplementerkan dengan figur – figur lain yang mempertimbangkan keterpaduan visi, kewilayahan dan usia sebagai penyeimbang energi. Dari simulasi banyak figur yang disandingkan, tentu tidak ada yang dapat mewakili secara sempurna ketiga kepentingan tersebut.
Salah satu tokoh muda yang diusulkan untuk berpasangan dengan K’CUDY (panggilan para kaum melenial) adalah Irwan Lapatta. Ia adalah bupati Sigi dua periode yang tidak sedikit prestasi yang diraihnya. Ia bahkan masih menjabat bupati sampai hari ini. Ia adalah pejabat politik yang lahir dalam rahim birokrat, karir dan prestasinya di birokrat cukup cemerlang. Ia pernah menjadi kepala dinas pada berbagai SKPD. Menelaah karir birokrasi dan prestasi politiknya, serta kedekatannya dengan gubernur Rusdy Mastura, Seolah Ia adalah generasi politik yang dipersiapkan mentornya sendiri.
