Sementara itu Direktur Irigasi dan Rawa, Suparji, mengatakan proyek D.I Gumbasa adalah bagian dari proyek strategis nasional yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat untuk memulihkan infrastruktur pertanian di Sigi akibat bencana alam yang terjadi pada tahun 2018 silam.
Baca Juga : PUPR PACU PERBAIKAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG PERTANIAN D.I GUMBASA
Suparji berharap dengan ditandatanganinya kontrak lanjutan Proyek Rehabilitasi Bendung Gumbasa dan Kontruksi Groundsill ini, penyedia jasa harus memperhatikan kegiatan yang dibiayai oleh JICA tersebut berjalan sesuai target dan memenuhi spesifikasi.
“Semua tenaga yangg ada di lapangan menguasai pekerjaan karena berhubung pekerjaan ini ada di tubuh bendung atau di sungai, Apabila terjadi kendala bisa segera di komunikasikan dan mencari solusi terbaik sehingga apa yang kita bangun bisa di fungsikan secara maksimal nantinya” pintanya.
Rehabilitasi dan rekontruksi jaringan irigasi D.I Gumbasa tahap II sepanjang 24 kilometer yang berlokasi diwilayah Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah itu, nantinya akan melayani sekitar 7.100 ha area pertanian potensial.
Baca Juga : Dam Baja Bertembok Ganda Di Hulu Sungai Salua
Dalam program ADB itu, terdapat 3 (sub project) yang akan direncanakan yaitu ADB (sub project 1) berupa saluran primer sepanjang 14.269 meter dan saluran sounded 16.783 meter. Sedangkan ADB (sub project 2) berupa saluran primer sejauh 4.779 meter dan saluran sekunder 20.545 meter. Sedangkan untuk program ADB (sub project 3) berupa saluran primer 7.447 meter dan saluran sekunder 11.158 meter.
