“Trauma healing ini kami lakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak gempa. Melalui kegiatan bermain dan interaksi yang menyenangkan, kami berharap mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, serta perlahan melupakan ketakutan yang muncul setelah bencana,” kata Agus Lamakarate di lokasi pengungsian, Sabtu.
Ia menjelaskan, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami trauma pascabencana.
Karena itu, PSI Peduli berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat mengembalikan semangat mereka agar tetap optimistis menjalani hari-hari di pengungsian.
Keceriaan terlihat dari wajah para penyintas cilik saat mengikuti berbagai permainan yang dipandu relawan.
Selain mendapatkan hiburan, mereka juga menerima bingkisan yang menambah kebahagiaan di tengah kondisi yang masih sulit.
Selain fokus pada pemulihan mental, Bantuan PSI untuk Korban Gempa Sigi juga terus disiapkan dalam jumlah besar.
Baca Juga : Farid Podungge Disebut Jadi ‘Tokoh Kunci’ Strategi PSI Sulteng Menuju 2029
PSI Peduli akan menyalurkan sebanyak 2.000 paket bantuan kepada masyarakat Desa Lembantongoa yang terdiri dari lima dusun.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Proses distribusi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan relawan dan pengurus PSI di tingkat provinsi maupun kabupaten.
