Selain pekerjaan pelebaran, kontraktor juga tetap menjalankan preservasi rutin pada sejumlah ruas jalan nasional, mulai dari Toboli – Kebon Kopi, Toboli – Parigi, Parigi – Tolai, hingga Tolai – Sausu.
“Untuk pekerjaan rutin sementara berjalan pak baik pekerjaan pengendalian tanaman, pembersihan drainase maupun peacing. Untuk lokasi rutin semua prioritas untuk yang butuh penanganan,” kata Hikma.
Dalam pekerjaan struktur dan drainase, kontraktor memprioritaskan pasangan batu mortar karena berkaitan langsung dengan tahapan pelebaran jalan nasional tersebut.
“Semua pekerjaan baik pekerjaan struktur maupun galian berjalan dengan lancar. Kami prioritaskan ke pekerjaan pasangan batu mortar karena ada item pekerjaan lain yang harus kami laksanakan setelah pekerjaan pasangan batu selesai yaitu pekerjaan pelebaran menuju standar,” ujar Hikma.
Ia menambahkan progres pekerjaan di area tersebut masih mengikuti progres pelebaran jalan yang saat ini juga mengalami deviasi positif.
Sementara itu, pekerjaan preservasi dan rehabilitasi jembatan juga masih berlangsung.
Hikma menjelaskan pekerjaan sambungan siar muai tipe strip seal telah dilaksanakan.
“Pekerjaan preservasi jembatan masih berjalan pak. Pekerjaan siar muai tidak ada pak, yang ada pekerjaan streap seal dan sudah terlaksana,” katanya.
Dalam dokumen pekerjaan proyek, preservasi jembatan meliputi pemeliharaan rutin jembatan, rehabilitasi jembatan, serta pemeliharaan berkala jembatan.
Meski dalam dokumen proyek disebutkan terdapat potensi kendala utilitas seperti kabel optik, tiang listrik, pipa PDAM, serta faktor cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, hingga kini pekerjaan di lapangan disebut masih terkendali.
“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kendala. Semua masih bisa teratasi dengan baik,” ujar Hikma.
