Selain menambah titik penerangan, proyek ini juga diarahkan untuk mendukung efisiensi konsumsi listrik melalui penggunaan teknologi LED.
Dalam pemberitaan sebelumnya, biaya listrik penerangan jalan diproyeksikan turun dari sekitar Rp2,7 miliar menjadi Rp1,7 miliar per tahun.
Angka tersebut masih berupa proyeksi yang perlu dibandingkan dengan realisasi konsumsi listrik setelah sistem penerangan beroperasi.
Dengan target 2.500 titik, keberhasilan Program Buol Terang tidak hanya ditentukan oleh jumlah lampu yang terpasang, tetapi juga ketepatan waktu penyelesaian, kesesuaian spesifikasi, serta keberlanjutan pemeliharaan.
Sisa 1.050 titik kini menjadi bagian pekerjaan yang perlu dituntaskan sesuai kontrak.


