TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

PROYEK JEMBATAN PALU V ‘ON THE TRACK’ JADI PRIORITAS

Pembangunan jembatan V Kota Palu memang telah melewati batas waktu. Dalam kontrak, pembangunan jembatan ini diberi waktu 6 bulan. Dimulai sejak 17 Juni 2019 dan selesai 13 Desember 2019. Yang terjadi di lapangan, tanggal 18 Desember 2019, progres bobot pekerjaan baru mencapai 47persen. Berdasarkan hasil laporan divisi tehnis PT. Bumi Duta Persada, keterlambatan pekerjaan jembatan disebabkan hal teknis.

Baca Juga : PEMPROV SULTENG GANDENG KEMENTRIAN PUPR PULIHKAN INFRASTRUKTUR PASCA BENCANA DI SIGI

Masalah tehknis itu yakni kesulitan mengeluaran material pasir pada tiang pipa pancang baja jembatan yang ditancapkan ke tanah dan Sungai Palu. Pipa pancang yang digunakan pada jembatan memiliki konstruksi sistem baja terbuka.  Sehingga dalam pengerjaanya, pihak manajemen kontruksi PT Bumi Duta Persada harus mengeluarkan material pasir yang ada pada pipa tersebut.

Pipa ditancapkan sedalam 8 meter di bawah permukaan tanah. Karena itu sehingga pihak manajemen kontruksi PT Bumi Duta Persada kemudian mengubah sistim boring atau pengeboran tanah untuk tiang pancang jembatan menggunakan pipa baja tertutup atau runcing.

Kontur tanah sungai sangat keras. Ini menyebabkan target pengeborannya tidak sesuai dengan kedalaman yang diinginkan. Progres pekerjaan jembatan ketika itu baru berjalan 47 persen. Namun untuk item kontruksi lainnya, tidak mengalami kendala berarti. Namun hingga saat ini, ditengah pandemic covid-19 progres pembangunan jembatan Palu V terus berjalan meskipun dengan sisah waktu masa kerja yang ada.

Berdasarkan pantauan Koran Trilogi, Senin 18 Mei 2020 tampak pekerja PT Bumi Duta Persada yang dibeck up dari PT Wijaya Karya Persero Tbk tengah sibuk memasang bentangan beton precast balok girder dengan menggunakan alat crane. Bentangan itu nanti akan menjadi landasan untuk pembuatan lantai jembatan yang akan menjadi icon baru Kota Palu mendatang.

Untuk diketahui, peletakan batu pertama jembatan V Lalove Palu ini dilaksanakan pada Rabu 10 Juli 2019 silam. Pembangunan jembatan sepanjang kurang lebih 120 meter ini menjadi penghubung wilayah barat dan timur Kota Palu. Membentang di atas sungai Palu yang akan menyambung Jalan Anoa  Kelurahan Tatura Utara dan Kelurahan Nunu. Jembatan ini dianggarkan dalam APBD Palu tahun 2019 sebesar Rp59 milyar lebih dengan nilai kontrak senilai Rp 43 Miliar.

Penulis : Wahyudi – Koran Trilogi

Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.