BACA JUGA : Realisasi Progres Preservasi Jalan Tolai-Sausu dengan dana SBSN Kementerian PU capai 67.366%
Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi mobilisasi alat berat dan pelaksanaan sejumlah pekerjaan jalan. Namun, pekerjaan tetap berjalan dengan pengaturan pasokan dan strategi pelaksanaan yang dilakukan kontraktor PT Karyabaru Makmur.
Dengan manajemen pekerjaan tersebut, sejumlah aktivitas seperti holding, rehabilitasi minor, patching, dan penataan drainase tetap dapat dilaksanakan.
Posisi progres yang berada 2,48% di atas target menunjukkan pekerjaan masih memiliki ruang positif terhadap jadwal yang telah ditetapkan.
Bagi pengguna jalan, capaian ini juga berarti pekerjaan preservasi tidak semata mengejar angka penyelesaian kontrak. Penanganan jalan dilakukan sembari mempertahankan fungsi ruas agar tetap dapat mendukung aktivitas masyarakat.
Paket pekerjaan ini ditargetkan mencapai Provisional Hand Over (PHO) pada 31 Desember 2026.
Dengan progres fisik 61,90% pada Oktober dan deviasi positif 2,48%, penyelesaian pekerjaan diarahkan tetap berada dalam koridor jadwal kontrak.
BACA JUGA : Tak Hanya di Base, Jalan Nasional Tentena-Taripa Ini Juga di Hot Mix
Fokus berikutnya berada pada penyelesaian item-item pekerjaan yang masih tersisa, khususnya pelebaran pada Segmen 1 Ampibabo-Sinei dan Segmen 2 Tinombo-Sinei.
Penyelesaian pekerjaan rehabilitasi jembatan ruas Tinombo Toboli, pelebaran, pemeliharaan jalan, drainase, serta berbagai pekerjaan pendukung diharapkan semakin meningkatkan kualitas layanan ruas nasional tersebut.
Bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur Tinombo-Toboli, hasil pekerjaan akan diukur bukan hanya dari persentase progres proyek, tetapi dari kondisi jalan yang lebih nyaman, aman, dan mampu menopang mobilitas antarwilayah.
Harapan tersebut sejalan dengan target penyelesaian paket tanpa melewati tahun anggaran.
“Harapan saya, pekerjaan ini dapat segera terselesaikan tanpa menyeberang tahun, agar dapat segera memberi manfaat yang maksimal bagi seluruh pengguna jalan,” ujar Nurhasna.
Jika target tersebut tercapai, Proyek Jalan Tinombo Toboli 2026 bukan sekadar menutup pekerjaan fisik pada akhir tahun.


