Kemudian terdapat pekerjaan holding sepanjang 10 kilometer, minor jalan 3 kilometer, rekonstruksi jalan 0,1 kilometer, penanganan drainase 0,056 meter, rehabilitasi jembatan 11,3 meter, serta pemeliharaan berkala jembatan sepanjang 182,1 meter.
Pelaksanaan pekerjaan tersebut dilakukan oleh PT Karyabaru Makmur sebagai kontraktor pelaksana.
Capaian progres Proyek Jalan Tinombo Toboli 2026 tidak hanya berbicara mengenai angka.
Tantangan lapangan juga muncul ketika banjir melanda sejumlah titik di sepanjang kawasan pekerjaan.

Material debris akibat banjir sempat menutup sejumlah bagian badan jalan. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat karena ruas Tinombo-Toboli merupakan jalur penting bagi pergerakan masyarakat dan distribusi barang.
Tim lapangan kemudian melakukan pembersihan material banjir di 7 titik terdampak.
BACA JUGA : Jalan Nasional Sulawesi Tengah 586 Km Dikebut, Progres 86,75% di Tengah Ancaman Longsor
Penanganan akses juga dilakukan dengan pemasangan Jembatan Bailey di Desa Peningka. Jembatan sementara tersebut menjadi bagian dari langkah cepat untuk menjaga konektivitas pengguna jalan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Nurhasna memastikan dampak pascabanjir tidak mengganggu pekerjaan utama dalam paket kontrak.
“Secara umum, dampak pascabanjir tersebut tidak mempengaruhi pekerjaan paket kontrak,” katanya.
Langkah ini memperlihatkan bahwa pembersihan banjir jalan nasional Sulteng tidak berhenti pada pemulihan badan jalan. Penyelenggara jalan juga menyiapkan solusi agar akses kendaraan tetap terjaga ketika kondisi darurat muncul.
Di balik progres fisik 61,90%, pekerjaan Preservasi Jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli juga menghadapi persoalan rantai pasok.
Ketersediaan BBM menjadi salah satu kendala operasional. Di sisi lain, pasokan aspal di pasaran juga mengalami keterbatasan.


