TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Proyek Gagal Mengulang Keselahan yang Sama

Proyek Preservasi dan pemeliharaan jalan nasional sepanjang 648,54 kilometer di Provinsi Sulawesi Tengah tak mencapai target !. Ada kelemahan besar pada program yang dilaksanakan oleh Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) wilayah I sepanjang tahun 2021. "Proyek Gagal Mengulang Keselahan yang Sama".

Upaya untuk memperbaiki kesalahan yang sama pada tahun anggaran 2019 lalu memerlakukan strategi komperhensif. Kepetusan Satker PJN wilayah I untuk mengakhiri tiga kontrak dengan swasta bakal percuma jika tidak dibarengi dengan pembenahan di internal bagian pengawasan.

“Jangan takut untuk melakukan blacklist. Semakin kita takut semakin kita tidak memiliki kesempatan untuk memilih kontraktor yang semakin bagus. ” jelasnya.

Sebelumnya pihak Satker PJN wilayah 1 mengumumkan jika tiga paket kontrak regular Preservasi dan pemeliharaan rutin jalan yang terintegrasi di Kabupaten Donggala, Tolitoli dan Buol, akan mengalami pemutusan kontrak kerja akibat minim kemajuan bobot.

Irvan mengakui di tiga paket regular miliknya, pekerjaanya berjalan lambat dalam kemajuan progress menaikan bobot. Untuk itu dilakukan upaya dengan menerbitkan surat, bahwa pekerjaan tersebut telah memasuki ranah Show Cost Meting (SCM-3).

“Upaya yang kami lakukan menjalankan SOP dan ini upaya terakhir. Jika pekerjaan ini harus putus kontrak, ya harus di putus !. Seperti tahun anggaran 2019 lalu. Kami harus bisa putuskan kontrak terhadap tiga rekanan kami” Ungkap Andi Irvan Rifai pada bulan Desember lalu.

Berbekal surat Direktur Preservasi, Ditjen Bina Marga Kementrian PUPR yang dikeluarkan untuk memberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan, Satker PJN wilayah I menyiapkan strategi untuk pekerjaan lanjutan. Opsi ini katanya dianggap sebagai cara terbaik dan paling mungkin dilakukan ketimbang putus kontrak.

“Untuk ruas Tompe-Tonggolobibi yang dikerjakan PT Insan Cita Karya, sudah kami lakukan test case dalam menambahkan bobot pekerjaan 18 persen karena sudah memasuki ranah SCM 3. Tapi setelah surat dari Dirjen Preservasi itu keluar, diberikanlah kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan itu dengan target 13 persen atas ketentuan test case” katanya.

Baca Juga : Land Clearing Pusing Tujuh Keliling

Berdasarkan data yang diperoleh Trilogi, untuk progress fisik tiga paket regular yang mengalami deviasi minus sampai akhir Desember 2021 lalu sebagai berikut

  1. Paket pekerjaan Preservasi jalan Buol – Lakuan – Laulalang – Lingadan yang dikerjakan oleh PT Restu Agung Perkasa, progress fisik hanya 25,27 persen pertanggal 27 Desember 2021.
  2. Paket pekerjaan Preservasi jalan Tonggolobibi – Sabang – Tambu – Tompe, yang dikerjakan oleh PT Insan Cita Karya, progress fisik hanya 35,34 persen pertanggal 27 Desember 2021.
  3. Paket pekerjaan Preservasi jalan Lingadan – DLM Kota Tolitoli – Silondou – Malala, yang dikerjakan oleh PT Karya Etam Bersama, progress fisik hanya 45,79 persen pertanggal 27 Desember 2021.

Pada awal tahun 2021 lalu, Satker PJN wilayah 1 melaksanakan preservasi dan pemeliharan rutin jalan nasional koridor ruas Batas Provinsi Sulawesi Tengah Umu – Buol yang membentang sejauh 134,960 Kilometer, ruas Buol – Lingadan sepanjang 118,949 kilometer, ruas Lingadan – Bts Kota Tolitoli sepanjang 37,293 kilometer, kemudian ruas Malala – Ogotua sepanjang 155,485 kilometer, dan ruas Tonggolobibi – Sabang sejauh 110,254 kilometer.

Halaman Selanjutnya :Untuk penanganan jalan dan jembatan, baik secara pemeliharaan rutin ataupun berkala yang...