“Untuk panjang jalan yang ditangani secara efektif, tahun anggaran 2024 ini dilaksanakan sejauh 1,8 km, dengan capaian progress fisik sebesar 52,76% dari rencana 40,06% dengan deviasi +12,71%. Untuk progress keuangan, saat ini baru mencapai 45,9%.” kata Windu kepada Trilogi Senin 22 Juli 2024.
Windu berharap dengan terlaksananya kegiatan preservasi jalan nasional Ampana-Balingara-Bunta-Pagimana ini, akan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Baca Juga : BPJN Sulteng Preservasi sejumlah Jembatan di Buol
“Diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan, yaitu dengan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan,” ujarnya.
Menurut Windu, pelaksanaan proyek ini tidak dapat dipungkiri bahwa ada tantangan yang harus dihadapi. Kondisi cuaca sering kali menjadi kendala utama yang dapat menghambat progres pekerjaan.
“Meskipun demikian, tim proyek tetap berupaya untuk mencapai target-target khusus seperti perpanjangan usia jalan dan peningkatan keselamatan pengguna jalan nasional Ampana-Balingara-Bunta-Pagimana.
Hingga saat ini, progres fisik dari proyek preservasi jalan nasional Ampana-Pagimana telah mencapai angka 52,76 persen, lebih tinggi dari rencana awal sebesar 40,06 persen dan menunjukkan deviasi positif sebesar 12,71 persen. Dari segi keuangan, proyek ini juga telah mencapai 45,9 persen.
Baca Juga : BPJN Sulteng Tangani Perbaikan Jalan Bambuan dengan Metode Preloading Konvensional
Proyek preservasi jalan nasional Ampana-Balingara-Bunta-Pagimana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur transportasi di Sulawesi Tengah. Jalan nasional ini memiliki peran vital dalam menghubungkan berbagai daerah, meningkatkan mobilitas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Dengan peningkatan infrastruktur jalan, diharapkan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah menjadi lebih baik, yang pada akhirnya akan mendorong perkembangan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.

