Diantaranya menerapkan sistem manajemen lingkungan yang mengacu pada standar internasional, ISO 14001:2015, menjadi bagian inisiatif dari ekonomi, lingkungan dan social antara lain Indonesia Business Councill for Sustainable Development (IBCSD), Indonesia Global Compact Network (IGCN), Indonesia Business Link (IBL) dan Proper.
Konsumsi Listrik PT Vale Bersumber dari Energi Terbarukan
Untuk menekan bahan bakar fosil serta emisi karbon gas rumah kaca dalam pengoperasian Pertambangan Berkelanjutan, PT Vale Indonesia telah membangun tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dari tiga danau di Luwu Timur diantaranya danau Matano, Mahalona, dan Towuti, dengan total energi listrik sebesar 365 megawatt.

Ketiga PLTA itu diantaranya Larona, Balambano dan Karebe. Sepanjang tahun 1979 sampai dengan 2011, PT Vale Indonesia telah membangun tiga PLTA yang berfungsi sebagai energi listrik untuk sistem pengoperasian tanur peleburan (Furnance) dan pengolahan bijih nikel (Proces Plant) di Sorowako.
Selain untuk konsumsi energi produksi nikel dan masyarakat sekitar wilayah operasi tambang, keberadaan tiga PLTA itu juga berfungsi sebagai bangunan pengendali banjir yang dirancang melalui sistem control pintu air sehingga debit air sungai tidak dapat meluap yang dapat memberi dampak pada area pertanian di wilayah hulu.
Saat ini energi listrik PT Vale Indonesia yang bersumber dari tiga PLTA itu, juga di distribusikan kepada masyarakat Luwu Timur melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar 10,7 megawatt.
Dukung Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan
Tidak hanya itu, PT Vale Indonesia sadar betul akan terwujud sosial kepada masyarakat. Untuk itu, secara aktif PT Vale Indonesia juga memberikan kontribusi positif bagi pengembangan komunitas masyarakat di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Semua itu bertujuan untuk memandirikan masyarakat dalam jangka panjang.

Selama lima dekade beroperasi, PT Vale Indonesia telah membawa perubahan besar pada kondisi masyarakat setempat. Diantaranya berupa kesempatan kerja, pembangunan infrastruktur public, seperti fasilitas kesehatan, pendidikan , transportasi, tempat wisata hingga menggerakan ekonomi masyarakat.
Semua itu dilakukan PT Vale Indonesia untuk menselaraskan dengan rencana kerja pembangunan pemerintah daerah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang mandiri diwilayah operasi pertambangan melalui pendekatan Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) demi memajukan pedesaan dalam satu kawasan.
