“Ini merupakan langkah alternatif sementara. Saat ini sudah ada warga desa yang secara sukarela mendampingi operasional perahu karet, sehingga setiap pelajar yang akan menyeberangi Sungai Masungkang tetap mendapat pendampingan demi menjaga keselamatan. Selain itu, kami juga telah meminta kepada pihak Kecamatan Batui Selatan untuk membantu menyiapkan tali labrang sebagai sarana pengaman tambahan selama proses penyeberangan, khususnya saat debit air sungai meningkat akibat musim hujan,” jelasnya.
Di sisi lain, Pengurus Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Sinorang, Ujak, menilai penggunaan perahu karet merupakan respons cepat yang diperlukan dalam kondisi darurat agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
“Ini adalah langkah darurat yang harus segera dilakukan. Yang kami pikirkan hanya keselamatan para pelajar, guru, dan masyarakat yang setiap hari harus menyeberangi Sungai Masungkang. Kehadiran perahu karet ini merupakan solusi sementara agar aktivitas mereka tetap berjalan dengan aman sambil menunggu pembangunan jembatan permanen. Jangan sampai ada korban hanya karena belum tersedianya akses penyeberangan yang layak,” ungkap Ujak.
Saat ini proses penyeberangan mendapat pendampingan warga, dukungan Destana Sinorang, serta koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Batui Selatan.
Seluruh pihak berharap pembangunan Jembatan Masungkang segera terealisasi sehingga penggunaan Perahu Karet BPBD Banggai sebagai solusi darurat tidak lagi diperlukan.
