Menurutnya, setiap anggota keluarga memiliki pandangan politik masing-masing. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa politik tidak lagi menjadi topik pembicaraan di rumah.
“Pandangan politik kan masing-masing beda-beda terserah orang. Di keluarga kita juga begitu. Politik kita bikin seperti pekerjaan. Di rumah sudah tidak ada yang ngomongin itu lagi,” ujarnya.
BACA JUGA : Ahmad Ali Bawa Efek Baru ke PSI, Peta Politik Sulteng Bergeser? 600 Kader Merapat Jelang 2029
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana rivalitas pilihan politik NasDem dan PSI tidak serta-merta menjadi persoalan dalam hubungan keluarga Ahmad Ali.
Nugi memilih memisahkan urusan politik dengan hubungan personal. Ia mengatakan ingin fokus membangun perjalanan politiknya sendiri tanpa mencampurkan keputusan politik dengan perasaan pribadi.
Sementara itu, PSI mengonfirmasi telah membuka pintu bagi Nugi untuk masuk ke jajaran pimpinan partai.
Fery Anwar yang turut mendampingi Nugi dalam konferensi pers mengatakan PSI memang tengah memperkuat jajaran partai dengan menarik lebih banyak figur muda.
“Memang kita agak lebih banyak menarik yang muda-muda. Termasuk kemarin kita sudah melamar langsung Nugie untuk masuk di jajaran pimpinan,” kata Fery.
BACA JUGA : Mengintip ‘Manuver Agresif’ Ahmad Ali di PSI ! Dari Sulteng Siap Ubah Peta Politik Nasional 2029
Kendati demikian, posisi yang akan ditempati Nugi di struktur PSI masih menunggu pembahasan lebih lanjut bersama Ketua Umum PSI.
Dengan keputusan tersebut, Ahmad Ali dan anaknya kini berada di PSI, sementara Nilam Sari Lawira tetap menjadi salah satu figur penting NasDem di Sulawesi Tengah.
Bagi Nugi, perpindahan partai bukan berarti berhenti mengabdi kepada masyarakat. Ia memastikan pengalaman selama berada di NasDem akan menjadi bekal untuk perjalanan politik berikutnya.


