Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

Pecahnya Pilihan Politik di ‘Rumah Tangga’ Ahmad Ali | Nugi Tinggalkan NasDem dan Pilih PSI

Nugi mengaku keputusan tersebut merupakan bagian dari perjalanan politik dan rencana kariernya ke depan. Ia menyebut pilihannya bergabung dengan PSI telah dipertimbangkan secara matang.

Selama sekitar empat tahun berada di NasDem, Nugi mengatakan partai tersebut menjadi pintu pertamanya dalam dunia politik.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas pengalaman yang diperolehnya selama menjadi kader.

Namun, dalam proses perjalanan politik tersebut, Nugi mengaku menemukan sejumlah hal yang membuat pandangannya berubah.

Ia bahkan menyinggung jargon NasDem sebagai partai tanpa mahar yang menurutnya tidak sesuai dengan pengalaman yang ia temui setelah bergabung.

“NasDem sebenarnya dari awal itu kan jargonnya partai tanpa mahar. Partai tanpa mahar, dan setelah saya masuk di dalam, itu tidak sesuai,” ujar Nugi.

Keputusan pindah ke PSI juga tak lepas dari pandangannya terhadap perjalanan politik sang ayah, Ahmad Ali.

BACA JUGA : Ahmad Ali ‘Buka Kartu’ PSI di 2029 | Threshold Pemilu 7%? 9%? PSI Bilang Siap !

“Ketika bapak saya sudah tidak dihargai, itu sangat fatal menurut saya. Di mana bapak saya sudah banyak-banyak berkorban,” kata Nugi.

Perbedaan pilihan politik antara Nugi dan ibunya, Nilam Sari Lawira, menjadi bagian menarik dari dinamika keluarga tersebut.

Ahmad Ali berada di PSI, sedangkan Nilam tetap berada di NasDem. Kini Nugi memilih mengikuti jalur politik yang sama dengan ayahnya.

Namun, Nugi menegaskan perbedaan pilihan politik tersebut tidak seharusnya dibawa ke ranah hubungan keluarga.

Halaman Selanjutnya :BACA JUGA : Ahmad Ali Bawa Efek Baru ke PSI, Peta Politik Sulteng Bergeser? 600...