Meskipun, sepanjang ruas itu masih terdapat belasan titik jalan amblas akibat longsoran lereng bawah yang dipengaruhi oleh tanah pada lapis permukaan lunak yang tengah proses pekerjaan oleh penyedia jasa.
Pada Tahun Anggaran 2023 lalu pada ruas ini telah ditangani melalui program Preservasi Jalan Taripa-Tomata-Beteleme dengan meniti beratkan penanganan longsoran dengan target penanganan sejauh 955 meter, kemudian rekonstruksi jalan sejauh 2.60 km, Preventiv Jalan sepanjang 2,8 km, Offpavement 2,6 meter, dan rehabilitasi Jembatan 101,20 meter.
Selain kegiatan Preservasi yang ditangani pada TA 2023 lalu, juga dilaksanakan penanganan permanen pada ruas jalan Taripa-Tomata-Beteleme untuk penanganan 11 titik amblas badan jalan akibat longsor lereng bawah.

Penanganan kegiatan tersebut meliputi pekerjaan Pondasi Bore Pile dimensi tiang Bor 60 cm dengan kedalaman mencapai 24 meter, Pondasi Tiang Pancang dimensi 40 cm dengan kedalaman 10 meter.
Selain itu juga dilakukan pekerjaan dinding penahan tanah berupa pasangan batu, dinding Kantilever Beton. Untuk penanganan badan jalan, dilakukan dengan memilih timbunan Pilihan dari sumber galian lalu kemudian dipasang Geomembran atau lembaran plastic polyethylene dengan kepadatan tinggi, memiliki struktur yang fleksibel dan Kedap Air.
Penggunaan material Geotekstil Non Woven untuk penanganan jalan ekspansif diruas jalan Tomata-Beteleme, berfungsi sebagai separator untuk mencegah tercampurnya lapisan material yang satu dengan material yang lainnya.
