Pada paket yang ditangani oleh PPK 4.2 Provinsi Sulawesi Tengah, juga dilakukan lapis permukaan menggunakan Agregat Kelas A 30 cm, Aspal AC-BC 8 cm dan AC-WC 4 cm. Kemudian, untuk salurun U-ditch dilakukan dengan menggunakan tipe DS3 dengan bahu jalan berpenutup dan pekerjaan Beton rabat Fc 20.
Diketahui untuk penanganan jalan amblas sepanjang ruas jalan nasional Tomata-Beteleme, PPK 4.2 Satker PJN wilayah IV menargetkan jalan amblas akibat longsoran lereng bawah akan tuntas dalam kurun waktu 2 tahun dengan jumlah titik longsor sebanyak 20 titik yang terbagi penaganan 11 titik longsor dikerjakan tahun 2023 lalu dan sisa penanganan 9 titik longsor ditangani tahun 2024 ini dengan skema pembiayaan SBSN dan stock desain yang sudah ada.

“Dengan ditanganinya penanganan kegiatan di sepanjang ruas Tomata-Beteleme ini, waktu tempuh antara Taripa-Tomata-Beteleme terpangkas berkurang menjadi 2 jam, sehingga jalur pergerakan transportasi darat untuk mendukung mudik lebaran tahun ini lancar dan mendukung pergerakkan ekonomi wilayah industry pertambangan yang ada di Kabupaten Morowali Utara dan Morowali” harap Eka.
Saat ini ruas jalan nasional Taripa-Tomata-Beteleme sedang penanganan oleh penyedia jasa. Kondisi secara umum jalan nasional tersebut sudah dilewati oleh pengendara, namun masih terdapat titik yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan mudik lebaran 2024 mendatang sehingga diharapkan kesabaran dari pengguna jalan untuk dapat mematuhi rambu-rambu yang sudah dipasang.
PPK 4.2 Satker PJN wilayah IV Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk tetap menjaga kondisi jalan agar dapat fungsional sesuai dengan masa layannya. Untuk menghadapi arus mudik lebaran 2024 ini juga sedang dilaksanakan pemeliharaan jalan dan jembatan untuk menjaga kenyamanan pengendara melintas.
