Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

Sulteng Jadi ‘Pilot Project Nasional’ | Menteri UMKM dan Kepala Barantin Kawal 1.000 Eksportir

Produk lokal tidak berhenti sebagai komoditas mentah atau hanya berputar di pasar domestik. Nilai tambahnya didorong agar semakin besar melalui proses hilirisasi dan akses pasar internasional.

Anwar menegaskan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor bukan sekadar mengejar angka.

Target tersebut menjadi simbol upaya memperluas basis pelaku usaha yang memiliki keberanian dan kemampuan memasuki pasar global.

BACA JUGA : 151 Kontainer Tinggal Meluncur, Durian Sulteng Siap Bikin China Mabuk Kepayang

“Kita ingin UMKM Sulawesi Tengah naik kelas. Dari usaha lokal menjadi usaha yang mampu bersaing dan diterima di pasar global,” ujar Anwar.

Pemerintah daerah berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada deklarasi.

Tahap berikutnya harus diikuti pendampingan, peningkatan kapasitas, fasilitasi ekspor serta pembukaan akses pasar bagi pelaku usaha.

Dengan keterlibatan langsung Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding, Sulawesi Tengah kini memiliki peluang membangun pola baru pengembangan ekonomi daerah.

Yakni, menghubungkan pelaku UMKM Sulawesi Tengah dari sisi produksi dengan sistem karantina dan akses perdagangan internasional.

Jika berhasil, model tersebut bukan hanya menghasilkan 1.000 pelaku usaha baru yang berorientasi ekspor, tetapi juga dapat menjadi contoh bagaimana daerah di luar pusat ekonomi nasional mampu melahirkan eksportir dan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Bumi Tadulako kini tidak hanya ingin dikenal sebagai daerah penghasil komoditas. Sulteng ingin naik kelas menjadi daerah yang mampu mengirim produk bernilai tambah ke pasar dunia.