Meskipun begitu, harapannya jelas: “Media and Peace Forum” menjadi wadah untuk menggali kebenaran di tengah pusaran informasi yang sering terdistorsi.
Bicara soal distorsi informasi, tidak ada yang lebih relevan dari fenomena Korea Utara yang selalu menjadi korban hoax dan misinformasi.
Di sinilah letak ironi terbesar: di saat dunia semakin canggih dalam menyebarkan informasi, kita malah semakin jauh dari kebenaran yang sesungguhnya.
Dan, dalam kekalutan ini, JMSI dan forum ini muncul sebagai secercah harapan. Tapi, apakah harapan itu cukup besar untuk menghadapi lautan informasi yang semakin sulit dibedakan antara yang nyata dan yang palsu?
Forum ini membuka peluang diskusi yang penting, namun perlu diingat bahwa dunia yang dikuasai oleh media sosial bukan tempat yang mudah untuk menggenggam kebenaran.
Sebuah pekerjaan rumah yang tak mudah, apalagi jika didasarkan pada fakta bahwa informasi sudah terlalu jauh terdistorsi.
