Kapasitas tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 12 hingga 15 GWh pada fase ekspansi berikutnya.
Selain memproduksi Battery Energy Storage System, proyek ini juga diarahkan untuk mendukung integrasi energi terbarukan, infrastruktur pengisian kendaraan listrik, hingga pasar ekspor ke kawasan ASEAN, Australia, dan Amerika Serikat.
Tak hanya itu, pengembangan proyek juga mencakup pembangunan LNG Hub di kawasan KEK Palu.
Investasi Rp30 triliun tersebut diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 1.300 lapangan kerja langsung dan lebih dari 3.000 pekerjaan tidak langsung melalui rantai pasok industri serta sektor pendukung lainnya.
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menilai proyek ini sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, investasi besar di KEK Palu akan memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi kota Palu ke depan.
KEK Palu sendiri merupakan kawasan industri seluas 1.500 hektare di Sulawesi Tengah yang dikembangkan untuk mendukung industri berbasis sumber daya alam, logistik, manufaktur, energi, dan hilirisasi.
Lokasinya yang terhubung dengan Pelabuhan Pantoloan membuat kawasan ini memiliki posisi strategis dalam perdagangan domestik maupun ekspor di Indonesia Timur.
