Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

Jembatan Pombewe, Pulihkan Konektivitas Lintas Biromaru – Palolo dan Akses Huntap

“Alhamdulilah untuk volume sudah terpenuhi, memang ada beberapa hal yang masih perlu pembenahan” tulisanya melalui pesan instan yang dikirim kepada Trilogi Kamis 29 April 2021.

Baca Juga : SATKER PJN I MENDAPAT PEMOTONGAN ANGGARAN TERBESAR 27,059 PERSEN

Dalam pesan tertulis itu, Eko menjelaskan, untuk pembangunan struktur jembatan Permanen di Desa Pombewe tersebut memiliki panjang bentang 70 meter dengan lebar 6 meter. Dengan menggunakan Girder beton pracetak yang terbagi menjadi 3 bentang yakni bentang pertama 16 meter, bentang tengah 40 meter bentang ke 3 panjang 16 meter.

“Kondisi bangunan itu awalnya hanya berupa jembatan darurat (Bailey-red). Kondisi jembatan 100% kita mulai open traffic pada bulan Maret, kalau tidak salah ingat. Bahkan sempat kita berhadapan dengan vandalism orang-orang tidak bertangung jawab yang membat coretan-coretan” jelasnya.

Baca Juga : DUKUNG KELANCARAN JALUR EKONOMI, RUAS JALAN TONGGOLOBIBI – TOMPE KINI BERKONDISI MANTAP

Sebelum mendapat penanganan pada program bencana oleh Kementrian PUPR, jembatan permanen Pombewe ini, adalah hanya sebuah jembatan darurat yang menjadi akses satu-satunya masyarakat Kabupaten Sigi untuk terhubung dibeberapa Kecamatan sekaligus akses jalan menuju ke Huntap Pombewe.

Jembatan Pombewe, Pulihkan Konektivitas Lintas Biromaru – Palolo dan Akses Huntap
Jembatan Pombewe sebelum dilakukan perbaikan. Foto BPJN Sulteng to Trilogi

Berdasarkan catatan redaksi Trilogi sepanjang penanganan pada proyek RR-02 itu, Direktur Jenderal (DITJEN) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, melaksanakan pekerjaan rehabilitasi dan rekontruksi jalan Palupi – Simoro, Kalukubula – Kalawara, Biromaru – Palolo & akses Huntap yang digarap oleh PT Wasco – Sarana KSO.

Hal ini untuk meningkatkan kemantapan ruas jalan non nasional serta mengembalikan kualitas layanan jalan yang rusak akibat bencana alam pada 28 September 2018 silam, sehingga pemerintah diperlukan penanganan mendesak, melalui program Rehab Rekon RR-02 yang tertuang dalam Nomor : 02-52/02-WINRIP-RR/RB/A/8043/11-19, ketika itu.

Halaman Selanjutnya :Jembatan Pombewe Sempat Jadi Sasaran Aksi Vandalisme
Komentar
maks. 1000 karakter

    Jadilah yang pertama berkomentar.