Kerusakan Jalan Nasional Buol memperlihatkan pola yang pernah muncul pada proyek infrastruktur lain di wilayah Sulawesi termasuk kasus proyek jalan di Kabupaten Parigi Moutong yang kini dalam tahap proses penuntutan di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dengan menahan sejumlah tersangka.
Baca Juga : Jalan Amblas dan Berlubang, Duit Negara Ikut Bocor !
Dalam sejumlah kasus sebelumnya, kerusakan dini kerap berkaitan dengan ketidaksesuaian spesifikasi teknis, indikasi pengurangan volume pekerjaan, hingga dugaan pengaturan dalam proses lelang.
Pada kasus Buol, indikasi tersebut mulai terlihat dari kualitas aspal yang cepat terkelupas dan struktur jalan yang tidak mampu menahan beban kendaraan berat.
Padahal, proyek jalan nasional seharusnya dirancang dengan standar ketahanan tinggi.
Seorang pengamat konstruksi yang enggan disebutkan namanya menyebut kondisi ini sebagai “Red Flag” dalam audit infrastruktur.
“Jika umur jalan jauh di bawah standar, maka kemungkinan besar ada masalah dalam material, metode kerja, atau bahkan pada dokumen kontrak,” ujarnya.
Desakan agar BPK RI turun tangan tidak lepas dari kompleksitas dugaan penyimpangan.
Audit reguler dinilai tidak cukup untuk mengungkap potensi fraud yang bersifat sistemik.
Baca Juga : Jalan Nasional Rusak di Buol | Siapa Bermain ?
Audit investigatif berbasis risiko memungkinkan pemeriksa mengidentifikasi titik rawan sejak awal.
