Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

IUP Ada, RKAB Tak Ada! Material Proyek MYC Rp72 Miliar Dipertanyakan

Perbedaan keterangan tersebut menjadi relevan dengan proyek MYC Paket Rekonstruksi Jalan Ruas Muliasari-Kokobuka-Air Terang-Kali-Kulango.

Proyek dengan kontrak Nomor 622/298/SP-DIS.BMPR, bertanggal 17 April 2026, dikerjakan PT Wahana Cipta Lestari dengan nilai kontrak Rp72.244.583.000 dan menggunakan sumber dana APBD Provinsi Sulawesi Tengah.

Sebelumnya, proyek tersebut telah memasuki menuntaskan tahapan pekerjaan lapis pondasi agregat (LPA). Pada tahap ini, material agregat menjadi salah satu komponen penting dalam konstruksi badan jalan.

Karena itu, asal-usul material yang digunakan menjadi penting untuk ditelusuri, terutama jika material tersebut diduga berasal dari wilayah pertambangan yang sedang dikenai penghentian sementara oleh otoritas pertambangan.

Dalam konteks tersebut, status dua SIPB Wahana di Pujimulyo dan Pinamula serta IUP Operasi Produksi di Air Terang menjadi dua aspek berbeda yang perlu dipisahkan dalam pemeriksaan.

SIPB Pujimulyo dan Pinamula disebut telah mendapatkan pemberhentian sementara berdasarkan surat Dinas ESDM 26 Juni 2026, sementara IUP Air Terang memang tercatat berlaku hingga 2030 tetapi menurut ESDM belum memiliki RKAB.

Dengan demikian, pertanyaan utamanya bukan hanya apakah PT Wahana Cipta Lestari memiliki izin pertambangan, tetapi dari lokasi mana material proyek MYC tersebut diperoleh dan apakah kegiatan pengambilan serta pemanfaatannya telah memenuhi ketentuan pertambangan yang berlaku.

Jika material proyek pemerintah ternyata berasal dari lokasi yang aktivitas pertambangannya sedang dihentikan sementara atau tidak didukung dokumen operasional yang dipersyaratkan, maka persoalan tersebut berpotensi melebar ke aspek kepatuhan pertambangan, administrasi proyek, hingga kewajiban penerimaan negara/daerah dari sektor pertambangan.

Dengan adanya perbedaan keterangan antara informasi dari pihak penyedia jasa yang diteruskan PPK dan data Dinas ESDM Sulawesi Tengah, asal-usul material yang digunakan dalam proyek MYC perlu dibuka secara terang.

Dokumen seperti sumber material, lokasi quarry, dokumen pengangkutan, bukti transaksi material, serta dokumen perizinan pertambangan menjadi penting untuk memastikan apakah material yang masuk ke proyek pemerintah tersebut berasal dari sumber yang memenuhi ketentuan.

Sementara itu, Muhammad Ali selaku PPK proyek MYC Paket Rekonstruksi Jalan Ruas Muliasari-Kokobuka-Air Terang-Kali-Kulango sebelumnya telah dikonfirmasi mengenai asal-usul material dan kondisi pekerjaan proyek.

Konfirmasi juga telah dilakukan kepada PT Wahana Cipta Lestari selaku kontraktor pelaksana sekaligus pemegang izin pertambangan di Kabupaten Buol, termasuk mengenai status SIPB Pujimulyo dan Pinamula serta asal material yang digunakan dalam pekerjaan.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan lebih lanjut dari PT Wahana Cipta Lestari maupun Muhammad Ali selaku PPK proyek.

Halaman Selanjutnya :Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi PT Wahana Cipta Lestari,...