Modus operasi para penambang cukup rapi sehingga tidak dapat didektesi petugas. Padahal petugas siang dan malam rutin melakukan patroli. Untuk mengelabui petugas, penambang usai kegiatan menyimpan pelaratan mereka dalam lubang dengan menutup papan dan dialas terpal lalu ditimbun kembali dengan tanah.
Dengan demikian, lubang-lubang tersebut tidak bisa diketahui, bahwa sesungguhnya sudah diaktifkan kembali. Agar mereka bisa nyaman dan leluasa melakukan kegiatan, ada salah satu teman dari penambang yang tugasnya hanya mengamati pergerakan petugas.
Jika petugas Polhut dan Brimob melakukan patroli, mereka langsung tinggalkan lokasi dan bersembunyi ke dalam hutan sekitarnya. Setelah petugas tinggalkan lokasi, mereka kembali masuk dan mengambil reb memasukan dalam karung lalu membawa pergi.
Walaupun sempat dihentikan karena penyebaran Covid-19 atau Corona Virus, para pekerja tambang emas ilegal di kawasan konservasi Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL) tidak kehabisan akal.
Untuk mengindari penertiban alias tertangkap pihak kepolisian melakukan aktivitas pertambangan liar, para pemodal dan pekerja tambang melakukan aktivitas alias operasi penambangan tengah malam, hingga menjelang matahari terbit.
Salah satu sumber bercerita yang dilansir disalah satu media di Palu menyebutkan, aktivitas tambang emas Dong-Dongi sempat terhenti hampir dua bulan, karena saat penyebaran Corona Virus sudah menyebar di beberapa wilayah di Sulteng. Saat ini aktivitas ilegal tersebut berjalan lagi.
“Sudah dua malam ini, Sabtu dan Minggu orang kerja. Tapi kerjanya tengah malam, pakai senter kepala,” beber sumber yang minta tidak menyebutkan identitasnya.
Lanjut sumber, jika dihitung-hitung dua malam aktivitas tambang Dongi-Dongi ada sekitar 700 orang pekerja tambang laki-laki atau dalam istilah tambang di Dongi-Dongi disebut Kongsi yang bekerja pada tengah malam. “Tidak mungkinlah pekerja mau kerja kalau tidak ada pemodal yang mengarahkan,” ungkapnya.
Sumber itu menambahkan, sebenarnya aktivitas tambang emas ilegal Dongi Dongi seperti aktivitas tambang ilegal lainnya. Aktivitas dilakukan main kucing-kucingan dengan aparat hukum, jadi ketika ada rencana penertiban, aktivitas tambang tutup. Begitu pengawasan mulai kendor, aktivitas tambang lanjut lagi, bahkan sampai kerja tengah malam. “Kalau sekarang ini yang beraktivitas lagi karena ada pemodal baru,” ujarnya.
Sementara tambah dia lagi, pemodal lokal tidak beraktivitas karena ada kesepakatan melalui forum adat yang dibentuk, aktivitas tambang dihentikan karena ada wabah virus Corona. Makanya para pemodal lokal merasa aktivitas tambang yang saat ini tidak sesuai kesepakatan awal.
