TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Hoaks Pilkada Sulteng, Benarkah Polri Dituduh Tidak Netral ? Ini Langkah Tegas BerAmal

Tim Hukum dan Advokasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, BerAmal, resmi melaporkan sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan informasi bohong (hoaks) terkait netralitas Kepolisian Republik Indonesia menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di provinsi tersebut.

Ketua Tim Hukum dan Advokasi BerAmal, Salmin Hedar, mengungkapkan laporan tersebut dilakukan setelah beredarnya video yang mengklaim adanya arahan institusi kepolisian untuk mendukung pasangan calon nomor urut 1, Ahmad HM Ali dan Abdul Karim Aljufri. Informasi ini diunggah oleh akun Facebook bernama Firman Namrif dalam grup publik “INFO PILKADA SULTENG” dan “SUSUPO SULTENG.”

“Kami menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar. Tidak ada bukti maupun fakta yang mendukung klaim bahwa institusi kepolisian memihak salah satu pasangan calon,” ujar Salmin dalam keterangan persnya, Kamis (21/11).

Laporan Resmi ke Polda Sulawesi Tengah

Salmin menambahkan, pihaknya telah melaporkan akun yang menyebarkan video Hoaks Pilkada Sulteng ke Mapolda.

Menurutnya, tindakan penyebaran hoaks ini tidak hanya merugikan pasangan BerAmal, tetapi juga mencemarkan kredibilitas kepolisian yang telah berkomitmen menjaga netralitas dalam Pilkada.

“Penyebaran berita palsu seperti ini adalah tindakan yang melanggar hukum dan dapat memengaruhi stabilitas demokrasi. Oleh karena itu, langkah hukum kami ambil untuk memastikan tidak ada pihak yang mencederai proses pemilu yang damai dan adil,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya :Pihak kepolisian melalui Kapolda Sulawesi Tengah juga membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataan...