Pemerintah daerah Banggai menyebut haul ini sebagai ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Kehadiran jamaah dari berbagai kecamatan dan luar daerah menunjukkan bahwa warisan Guru Tua tetap hidup dalam masyarakat.
Menurut catatan Al-Khairaat, jumlah madrasah dan pesantren binaan Guru Tua kini telah mencapai ribuan unit di kawasan timur Indonesia.
Hal ini menjadi bukti bahwa sejarah dakwah Guru Tua di Sulawesi masih relevan dengan tantangan pendidikan Islam masa kini.
Haul Guru Tua di Banggai bukan pertama kalinya menarik ribuan jamaah. Setiap tahun, peringatan ini selalu menjadi magnet spiritual bagi masyarakat.
Dibandingkan dengan haul sebelumnya, tahun ini kehadiran tokoh-tokoh Al-Jufri semakin memperkuat pesan bahwa nilai-nilai dakwah Guru Tua tetap terjaga lintas generasi.
Momentum ini juga memberi pengingat bahwa peran pendidikan Islam yang moderat dan terbuka, sebagaimana diwariskan Guru Tua, memiliki pengaruh penting dalam menjaga kerukunan masyarakat di Indonesia Timur.
Haul Guru Tua di Banggai 2025 menegaskan bahwa meski lebih dari lima dekade berlalu sejak wafatnya Al-Habib Idrus bin Salim Aljufri, cahaya ilmunya tetap menyinari umat.
Melalui Al-Khairaat, dakwah dan pendidikan Islam yang diwariskannya terus hidup, menyatukan jamaah dalam semangat persaudaraan dan cinta Rasulullah.
