Dengan waktu cukup lama 12 tahun memimpin Dinas Kelautan Perikanan Sulteng untuk menata memajukan bidang Kelautan Perikanan. Mengingat Sulawesi Tengah memilki panjang pantai juga potensi ikan termasuk potensi ikan air tawar.sehingga nama Hasanuddin Atjo tak asing lagi bagi puluhan ribu kaum nelayan di pesisir pantai juga bagi kelompok petambak air tawar.
Kini Hasanuddin Atjo penemu tehnologi supra intensif udang vaname dipercayakan Gubernur Sulteng H Longki Djanggola memimpin bidang perencanaan daerah (Bappeda) Sulteng karena di nilai pengalaman birokrat interpreneur visioner mampu menata arah kebijakan pembangunan daerah lebih khusus pasca gempa tsunami likuefaksi diwilayah Pasigala.

Foto Dok DKP to Koran Trilogi
Keputusan Gubernur untuk memilih sekaligus mempromosikan Hasanuddin Atjo yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan selama sekitar 12 tahun itu untuk menjadi Kepala Bappeda, patut diancungi jempol.
Sebuah kebijakan yang dinilai sangat tepat oleh seorang pemimpin pemerintahan sekaliber Longki Djanggola, yang tahu betul strategisnya Bappeda untuk mengakselerasi pencapaian program dengan visi menjadikan Sulteng sejajar dengan provinsi lain di Indonesia timur sebelum akhir masa jabatan 10 tahun gubernur pada 2021 yang dicanangkannya selama ini.

Foto dok DKP Sulteng to Koran Trilogi
Karena strategisnya lembaga itu, maka pemimpinnya pun harus yang paling qualified di antara para pejabat tinggi pratama berkualifikasi tinggi yang membantu gubernur membangun provinsi berpenduduk hampir tiga juta jiwa selama dua kali lima tahun terakhir.
Mengapa Hasanuddin Atjo menjadi pilihan gubernur menjabat Ketua Bappeda?
Meski tidak pernah membeberkan alasan-alasan kualitatif dan obyektif dalam menentukan pejabat pembantunya, namun Gubernur Longki, birokrat senior dan bijak ini selalui piawai dalam mengangkat pejabat. Terkhusus untuk jabatan Kepala Bappeda yang diserahkan kepda Hasanuddin Atjo kali ini, di mata saya, itu adalah keputusan cerdas, ibarat pepatah yang mengatakan the right man on the right place.

Foto Dok Humas Pemprov Sulteng to Koran Trilogi
Mengapa? Hasanuddin Atjo adalah seorang pejabat yang khas, yang saya sebut sebagai pejabat three in one dan jarang ditemukan di kalangan pejabat tinggi pratama tingkat provinsi saat ini.
Three in one yang saya maksudkan adalah sosok Hasanuddin Atjo, lelaki kelahiran Poso, 59 tahun lalu itu adalah: birokrat murni yang meniti karier PNS dari bawah, Intelektual dengan kualifikasi doktor yang konsisten pada ilmu perikanan dari strata 1 sampai strata 3.
Jadi, ada tiga budaya yang menyatu di dalam diri Hasanuddin Atjo selama kariernya yakni budaya birokrasi dengan mental pelayan kepada masyarakat dan tunduk pada otoritas pemimpin, budaya akademik yang selalu mengedepankan kajian ilmiah dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan tugas, serta budaya bisnis atau wirausahawan yang memegang prinsip efisiensi dan efektifitas dalam mencapai tujuan.
