Hal serupa juga dikeluhkan Faisal, seorang petani cengkih di Desa Ujumbou Kabupaten Donggala. Dia mengatakan petani di desa itu juga sedang panen raya cengkih, tetapi harga komoditas ekspor tersebut turun tajam.
“Kalau pedagang membeli langsung di sentra produksi di wilayah itu sekarang rata-rata Rp69.000/kg,” kata dia.
Sebelumnya, harga cengkih di atas Rp100.000/kg.
Penurunan harga tersebut cukup memukul kalangan petani cengkih di Provinsi Sulteng. Sentra produksi cengkih terbesar di Provinsi Sulteng adalah Kabupaten Tolitoli disusul Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong serta Poso.
