“Ini menjadi benang merah penyelarasan pembangunan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Agusto juga sempat mempertanyakan komitmen pasangan calon nomor dua terhadap isu perempuan.
Ia menilai visi dan program mereka kurang memberi perhatian pada persoalan ini. Namun, rilis resmi Sangganipa menegaskan bahwa pertanyaan tersebut tidak bertujuan menyindir isu viral di media sosial.
Debat publik ini tidak hanya menyoroti perbedaan strategi antar kandidat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana isu extra ordinary crime menjadi ujian penting bagi calon pemimpin daerah.
Dengan latar belakang sebagai mantan Panglima Komando Daerah Militer, Agusto berhasil memanfaatkan pengalamannya untuk menguasai forum dan mendorong diskusi substansial, meski memicu reaksi kontroversial.
Extra ordinary crime terus menjadi topik utama yang menentukan arah perdebatan dalam Pilgub Sulawesi Tengah 2024.
