Dukung Pengembangan Kawasan Industri di Morowali, Dua Bangunan Jembatan Dampala Cs telah Rampung 100 Persen

  • Bagikan
Dua Bangunan Jembatan

Dua bangunan jembatan Dampala Cs, Kabupaten Morowali, telah fungsional guna mendukung pengembangan kawasan industri dan kelancaran arus lalu lintas penghubung Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah merampungkan dua konstruksi penggantian Jembatan Dampala dan Bahodopi. Progres konstruksi saat ini sudah 100% dan telah beroperasi.

Dua bangunan jembatan Dampala
Jembatan Dampala. Dok Foto Satker PJN III BPJN Sulteng

Kepala BPJN Sulteng, Muhhamad Syukur, melalui Kasataker PJN wilayah III, Endry Z Djamal mengatakan, keberadaan jalan nasional dan jembatan diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan industri dan kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga : DUA JEMBATAN UNTUK DAMPALA

Jembatan Dampala Cs merupakan jembatan yang menghubungkan akses trans Sulawesi Morowali dan Kendari. Penggantian Jembatan Dampala Cs ini sangat perlu dilakukan untuk mendukung konektivitas kegiatan perekonomian di wilayah tersebut.

Penggantian dua bangunan Jembatan Dampala dan Bahodopi dilakukan setelah terdapat kerusakan berat pada kedua jembatan eksisting di tahun 2019 lalu akibat dihantam banjir dan dipasang jembatan bailey agar arus lalu lintas tidak terputus.

Penggantian kedua jembatan dengan total panjang 120 meter tersebut juga dilakukan dengan melebarkannya menjadi 7 meter. Diantaranya Jembatan Bahodopi dengan lebar 7 meter dan bentangan 60 meter, sementara jembatan Dampala lebar 7 meter dan bentangan 60 meter.

Baca Juga : Jembatan Pombewe, Pulihkan Konektivitas Lintas Biromaru – Palolo dan Akses Huntap

“Untuk Jembatan dampala sudah fungsional dan sudah dapat dilewati. Sebentar saya tanyakan untuk loading testnya ke PPK” tulis Endry kepada Trilogi, Kamis 19 Agustus 2021.

Diketahui pada 8 Juni 2019 silam, terjadi kerusakan berat di konstruksi kedua jembatan lama, di mana ada scoring (gerusan) dan terdapat longsor sehingga mengganggu oprit jembatan.

Sebagian badan jembatan ikut hanyut dihantam banjir. Oleh karenanya jembatan tidak dapat digunakan, sehingga dipasang jembatan sementara (jembatan bailey).

Baca Juga : PERJUANGAN CPLT BANGUN JEMBATAN BAHOMOTEVE I

Karena rute kendaraan dari ibukota Morowali menuju kawasan industri dan Kendari banyak dilalui oleh kendaraan berat, maka dengan itu BPJN Sulawesi Tengah mengusulkan penggantian kedua jembatan itu secara permanen.

Awal bulan Juli tahun 2020 lalu, BPJN Sulawesi Tengah melalui Satker PJN wilayah III bersama PT Citra Nusa Indah Lestari, menandatangani kontrak penggantian jembatan Dampala cs dengan skema kontrak Multi years Contrak (MYC).

Baca Juga : Pembangunan Palu Inner Ring Road Dianggarkan Rp308,48 Miliar

Penandatanganan itu tertuang dalam kontrak : HK0203-Bb14-PJN III-PPK 3.7/04 dengan total kontrak senilai Rp59.935.337.000, sebagai pelaksana untuk proyek penggantian jembatan Dampala cs.

Saat itu selama pekerjaan penggantian Jembatan Dampala cs tidak mengganggu arus lalu lintas karena kendaraan tetap dapat melintas menggunakan jembatan bailey. Namun demikian, terdapat batasan tonase bagi kendaraan yang bisa melintas.

Baca Juga : PJN I Preservasi Jalan 648,54 Kilometer Demi Kelancaran Jalur Logistik

Sebagai informasi, untuk kontruksi kedua Jembatan Dampala dan Bahodopi telah rampung sepenuhnya pada bulan Juli 2021 lalu. Hasil penelusuran beberapa waktu lalu, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerusakan jembatan seperti sebelumnya, dilakukan pengamanan bagian bawah jembatan agar tidak tergerus arus aliran sungai yang cukup deras.

  • Bagikan
error: Content is protected !!