Sedikit berbeda dengan point awalnya, pemakai sTLD jangan asal-asalan. Cuma pemakai dari satu agen swasta atau organisasi tertentu yang bisa menggunakannya, karena benar ada persyaratan khusus.
Sebagai contoh ekstensi berbentuk “.aero”, karena itu cuma industri penerbanganlah yang bisa menggunakannya. Jika latar belakangnya saja berlainan, pasti tidak bisa memakainya.
SLD alias Second Tingkat Domain
Sederhananya, makna second level domain ialah nama yang sudah disiapkan sebagai identitas situs itu. Contoh pada situs situs.
“Tidak ada ketentuan khusus berkenaan penyeleksian nama domain, bahkan juga bisa sama pada website pemakai lain asal TLD berlainan. Seharusnya tidak boleh menggunakan nama yang terkenal yang serupa, karena berefek pengunjung salah alamat.”
Jenjang Ketiga alias Third Tingkat Domain
Letak third level domain menempel pada SLD, yaitu di ujung kiri. Cukup banyak yang mengatakan dengan sub-domains, karena berperan untuk membimbingg audience ke arah situs tertentu.
Saat pengunjung tekan link itu, maka akan langsung ke arah website pemilik. Tetapi, ada pula pemakai yang masih tetap biarkan berbentuk “www” dan hal itu tidak mempengaruhi perannya.
