Pada contoh di atas, kata “.com” adalah ekstensi atau TLD. Selainnya.com, masih tetap ada bermacam perpanjangan yang lain banyak pemakai tentukan. Pemilihan perpanjangan itu umumnya disamakan dengan niche dari situs tersebut.
Misal,.org khusus web yang bergerak di sektor organisasi,.edu khusus situs pengajaran atau pembelajaran, dan lain-lain. Dalam kata lain, faedah khusus TLD ialah memperlihatkan topik atau arah dari situs itu.
Pada kesempatan lain, perpanjangan jadi penanda web datang dari negara mana, seperti.id untuk situs Indonesia. TLD tersebut dipisah kembali ke 3 tipe, yaitu:
a. gTLD alias Generic Top-Level Domain
Sesuai nama, TLD ini sangat umum, sehingga siapa saja bisa memakainya. Meskipun begitu, ada beragam perpanjangan yang lain memiliki sifat lebih fleksibel, yaitu berbentuk merk dari sebuah produk. Contoh:.android,.google,.basketball.
b. ccTLD alias Country Kode Top-Level Domain
Ragam perpanjangan ccTLD ini seakan berperan sebagai identitas satu negara, misalkan.id,.cn,.fr,.jp, dan sebagainya. Perpanjangan ini pas untuk pemilik yang memiliki sasaran audience pada negara berkaitan.
c. sTLD atau Sponsored Top-Level Domain
