Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

53 Kasus Narkoba dan 786 Operasi, Ini Capaian Kinerja Polda Sulteng Sepanjang Tahun 2024

“Kami akan terus mendukung program pembangunan nasional dengan fokus pada stabilitas keamanan, reformasi hukum, dan penguatan kemandirian pangan,” ujar Agus.

Pemantapan Sistem Pertahanan Negara dan Swasembada Pangan

Salah satu program utama Polda Sulteng adalah pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung swasembada pangan. Program ini mencakup:

  • Pengelolaan lahan di Mako Batalyon A Pelopor Satbrimob seluas 110.000 m².
  • Pemanfaatan lahan di SPN Polda Sulteng seluas 2.000 m².
  • Penanaman jagung di 20 hektar lahan Desa Labuhan Toposo, Donggala.

Langkah ini, menurut Agus, bertujuan memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tengah.

“Kami tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga berkontribusi pada pembangunan pangan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Penguatan Reformasi Hukum dan Pemberantasan Kriminalitas

Polda Sulteng juga mencatat keberhasilan dalam mengungkap berbagai tindak pidana sepanjang 2024. Capaian tersebut meliputi:

  • 4 kasus penyimpangan gas LPG 3 kg.
  • 7 kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi.
  • 3 kasus pupuk bersubsidi.
  • 1 kasus pakaian bekas.
  • 29 kasus judi konvensional.
  • 3 kasus judi online.
  • 4 kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dalam upaya pemberantasan narkoba, Polda Sulteng menggelar 786 kegiatan pencegahan, mengungkap 53 kasus, dan memetakan tujuh kampung narkoba di tujuh kabupaten/kota.

“Kami akan terus memprioritaskan pembentukan desa bebas narkoba sebagai bagian dari komitmen menciptakan masyarakat yang sehat dan aman,” tambah Agus.

Komitmen Stabilitas dan Kolaborasi

Kapolda Sulteng menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektoral untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Dengan fokus pada stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Polda Sulteng berharap dapat menjadi contoh pelaksanaan Asta Cita di tingkat daerah.

Halaman Selanjutnya :Peran Masyarakat dalam Mendukung Program Nasional