Pertama kali ditugaskan sebagai PPK di Belitung selama 4 tahun kemudian ke medan PPK P2JN Sumut selama 1 tahun dan kembali ke Bangka Belitung sebagai Kasatker P2JN dan ke Palembang dengan jabatan yang sama. Terakhir dia kembali Bangka Belitung sebagai Kepala BPJN Babel.

Dadi Mardadi memberikan penekanan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan kolaborasi antara BPJN Sulteng dengan pemerintah daerah dan sektor swasta.
Dari 5 nama kepala Balai Jalan Nasional di Sulawesi Tengah di atas, mencerminkan rentetan kepemimpinan yang berdedikasi untuk mewujudkan misi dalam mengelola dan meningkatkan infrastruktur jalan nasional di Sulawesi Tengah. Setiap kepala memiliki kontribusi uniknya dalam membentuk arah dan strategi BPJN Sulteng untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik.
Program Kerja BPJN Sulteng
Balai jalan nasional tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pembangunan fisik jalan, tetapi juga memiliki berbagai program kerja yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan infrastruktur jalan.
Program-program ini mencakup pemeliharaan rutin, pengembangan teknologi untuk pemantauan jalan, hingga program pelibatan masyarakat.
Program pemeliharaan rutin melibatkan inspeksi dan perawatan berkala untuk memastikan kondisi optimal jalan nasional. Hal ini mencakup perbaikan struktural, peningkatan sistem drainase, dan tindakan pencegahan lainnya.
Selain itu, pengembangan teknologi termasuk penerapan sistem pemantauan lalu lintas, pemanfaatan sensor untuk deteksi dini kerusakan, dan inovasi lainnya untuk meningkatkan manajemen jalan.
Pengelolaan program pelibatan masyarakat menjadi aspek penting dalam strategi BPJN Sulteng. Ini mencakup edukasi masyarakat mengenai pentingnya pemeliharaan jalan, serta melibatkan mereka dalam kegiatan pemeliharaan bersama.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya infrastruktur jalan, tetapi juga menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap pemeliharaan jalan.
Panjang Jalan Nasional BPJN Sulteng dan Jumlah Jembatan
Untuk memahami dampak kerja BPJN Sulteng, kita perlu melihat secara konkret ukuran infrastruktur yang dikelola oleh lembaga ini. Panjang jalan nasionaln nasional yang dikelola oleh BPJN Sulteng sepanjang 2,361.61 Km yang terbagi sebanyak 103 ruas jalan yang mencerminkan jaringan yang luas dan kompleks. Informasi ini penting untuk menilai sejauh mana jangkauan pelayanan BPJN Sulteng di wilayah Sulawesi Tengah.

Selain panjang jalan, jumlah jembatan juga menjadi parameter penting. Sulawesi Tengah yang memiliki topografi yang beragam memerlukan infrastruktur jembatan yang handal untuk memastikan kelancaran mobilitas. BPJN Sulteng secara aktif terlibat dalam pembangunan, perawatan, dan perbaikan jembatan yang melintasi wilayah ini.
Jumlah jembatan yang menjadi kewenangan BPJN Sulteng dengan panjang jembatan 24,692 meter atau 1,654 unit.

Proyek Strategis BPJN
BPJN Sulteng menginisiasi dan melaksanakan berbagai proyek strategis untuk meningkatkan infrastruktur jalan. Proyek-proyek ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perluasan jalan utama hingga pembangunan jalan akses ke daerah terpencil. Proyek-proyek ini diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi kesenjangan pembangunan.
Salah satu proyek strategis yang sedang dikerjakan adalah perluasan dan perbaikan Jalan Trans Sulawesi Tengah. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jalan, mengurangi kemacetan, dan memperbaiki kondisi infrastruktur jalan yang sudah ada. Dengan meningkatnya kapasitas jalan, diharapkan distribusi barang dan mobilitas masyarakat akan lebih efisien.
