“Yang paling penting adalah kita tahu siapa yang membutuhkan, di mana rumah yang tidak layak, dan bagaimana kita bersama-sama menyelesaikannya,” tegas Anwar.
Percepatan Program Tiga Juta Rumah di Sulawesi Tengah juga tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah.
Pemprov Sulteng mendorong keterlibatan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, perbankan dan dunia usaha agar persoalan pembiayaan maupun pembangunan di lapangan dapat ditangani lebih cepat.
Dukungan perbankan dinilai penting untuk mempercepat proses pembiayaan masyarakat penerima manfaat. Sementara dunia usaha diharapkan dapat mengambil bagian dalam mendukung pembangunan rumah di wilayah yang membutuhkan.
BACA JUGA : Anwar Hafid Keluarkan ‘Jurus Jitu’ Berani Cerdas Sulteng, Bawa Beasiswa ke Panggung Nasional
Anwar meminta kepala daerah segera mengidentifikasi hambatan pembangunan perumahan di daerah masing-masing.
Menurutnya, data kebutuhan rumah harus mulai disiapkan sejak sekarang agar penyusunan program 2027 tidak hanya berbasis target administratif.
“Kalau kita bekerja bersama, pemerintah provinsi bekerja, pemerintah kabupaten/kota bekerja, dunia usaha bekerja, dan seluruh pihak bergerak, maka target yang kita tetapkan bisa kita dorong bersama,” ujarnya.
Dengan konsolidasi tersebut, Program Tiga Juta Rumah di Sulawesi Tengah diarahkan tidak sekadar mengejar angka pembangunan, tetapi menyasar persoalan rumah tidak layak huni dan kebutuhan masyarakat secara lebih terukur.
Target 2027 pun mulai disiapkan dengan basis kebutuhan riil setiap daerah, dengan sasaran pembangunan yang dapat mencapai 20.000 unit rumah.


